Ternyata, besar juga perbedaan "mengetahui" dan "mengenal". Sebelum kita kenal, membuka pembicaraan bisa terasa sangat sulit, apalagi kalo kita kurang supel, begitu pun partner bicara kita.
Setelah beberapa rentang waktu yang bikin kamu dan teman kamu saling kenal, barulah timbul rasa nyaman, ikatan, dan saling membutuhkan. Pembicaraan sehari-hari akhirnya terasa menyenangkan, bahkan bisa berlangsung hingga berjam-jam.
Namun, pernahkah kamu bersama seseorang cukup lama, tapi tidak pernah terasa ikatan antara kalian? pernahkah kamu berada di dalam kelompok yang terbentuk bertahun-tahun, namun kamu rasa nihilnya solidaritas? pernah berpikir kenapa terbentuk kubu dalam satu kelas, padahal hanya terdiri dari beberapa anak?
Karena setiap individu berbeda-beda, entah pemikiran, sudut pandang, karakteristik, kepribadian, dan lain sebagainya, maka sangat tidak mungkin jika kita ingin meng-"homogenisasi" kan orang-orang, yang berbeda. Bisa saja kita cocok dengan si-A, namun lain halnya dengan teman kita yang lain.
Begitu pula dengan diri sendiri. Wajib hukumnya bagi kita untuk "berkenalan dan mengenali" diri sendiri. Cara belajar efektifmu belum tentu sama dengan temanmu yang satu kelompok, begitu pula minat dan bakat.